Rabu, 23 Oktober 2019

KEMBALI TANPA MENGULANG MELALUI NASKAH KUNO



Saya sedikit akan menceritakan Sebuah perjalanan yang begitu menyenangkan sekaligus penuh dengan manfaat. Kami khususnya saya melakukan perjalanan atau pergi jalan-jalan kesebuah tempat yaitu Dusun Karang Raden Desa Tanjung Kabupaten Lombok Utara. Lokasi ini lumayan jauh dari rumah saya.  Saya berangkat dari rumah pukul 07.00 kemudian sampai dilokasi pukul 09.30. Saya disana mengunjungi sebuah rumah yang ditempati oleh seorang yang begitu memiliki niatan besar untuk melestarikan budaya melalui naskah-naskah kuno. Saya tertarik mengunjungi tempat itu karena saya mendapatkan informasi bahwa masih ada orang yang begitu besar keinginanya untuk melestarikan naskah-naskah kuno. Saya sendiri yang sudah berumur 20 tahun belum pernah melihat naskah-naskah kuno tersebut. Saya semakin penasaran karena dari cerita ibu saya almarhum bapak saya adalah salah satu pemegang nsakah kuno tersebut di desa saya. Tetapi karena bapak saya meninggal 19 tahun yang lalu, kata ibu naskah tersebut ikut di bawa oleh bapak saya ditaruhkan di atas perutnya. Kenapa bisa demikian karena kata orang didesa saya anaknya tidak ada yang laki-laki jadi tidak bisa diturunkan naskah tersebut harus dibawa. Asal naskah ini kata ibu saya berasal dari seorang tua guru kemudian memberiknnya kepada bapak saya. Berangkat dari sinilah penasaran saya semakin menjadi-jadi terhadap naskah kuno ini. Kembali keperjalanan saya tadi, saya bertemu dengan ketua adat seKLU yang bernama Datuk Artadi beliu berumur 78 tahun. Sesampai disana kami langsung berbincang-bincang membicarakan tentang naskah kuno. Ternyata naskah kuno itu tidak hanya satu jenis tetapi banyak jenisnya yang kami temui adalah Takepan/Lontar. Takepan ini memiliki banyak macam antara lain Serak Menak, Wedatama, Tapel Adam, Hana Kidung, Damar Wulan, Serat Hidayat Jati, Dalang Jati, Tekawardi, Kalamwardi, Jatiswara, Nabi Mearas, Nur Muhammad, Kisasulambia, Lahir Nabi, Marakarma, Jaka Tarub, Panji Wulung, Monyeh. Serat menak saja memiliki banyak 9 jilid Lukmanul Hakim (Menak Lare), Yunan, Kanjiun, percintaan, Purwakonda, Menak Gandrung, Kasmtten, Jamnambar, Lahat. Salah satu yang diceritakan secara panjang lebar adalah naskah romantisme dan naskah nur muhammad sambil bercerita bapak sambil menembang itu yang membuat kita terbawa dalam suasana. Di dalam naskah romantisme ini menceritakan bagaimana selayaknya muda mudi lombok khususnya KLU dalam berperilaku yang baik dalam berpacaran. Karena di dalam naskah ini menceritakan seorang putri cina yang sangat mencintai pemuda islam, dalam cerita ini secara tidak langsung mencerminkan norma-norma, nasihat-nasihat yang diberikan oleh ayah sang putri kepada putrinya. Kata Datuk “kita tidak bisa pungkiri bahwa kita semua pada zaman dahulu berasal dari orang hindu, kemudian para wali hadir untuk menyiarkan ajaran islam melalui naskah-naskah ini naskah-naskah ini dibuat oleh para wali katanya bukan main-main para wali Allah”. Tetapi banyak orang yang mengatakan kalau kita mendalami ini kita dikatakan musyrik. Mereka hanya melihat dari kata-katanya tidak paham akan kandungannya. Saya sendiri pada saat itu menayakan karena sejujurnya saya juga mengatakan demikian pada awalnya saya menggap bahwa di dalam naskah kuno ini ada ajaran yang tidak benar karena rumah saya dekat dengan pure saya mendengar tembang orang bali dan tembang yang dicontohkan oleh mamik Datuk ini sama  kedengarannya. Tetapi mamik langsung menjelaskan “berbeda jauh tembang kita dengan orang bali, kenapa? Karena dalam tembang orang bali mereka menggunakan Takepan Maha Bharata, Ramayana, dan Arjuna Sastra Baru, sedangkan tembang kita berasal dari wali Allah kandungannya juga jelas berbeda, orang bali ingin sekali mengikuti tembang kita tetapi tidak bisa karena sulit tetapi kalau kita yang mengikuti tembang dia pasti bisa karena tidak terlalu sulit” sambil mencontohkan tembang bali. Kemudian naskah Nur Muhammad yang berarti cahaya Muhammad adalah sebuah nsakah yang di dalamya terdapat ajaran-ajaran islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad. Jadi setiap naskah memiliki fungsi yang berbeda sesuai dengan naskah-naskah itu sendiri. Datuk Artadi adalah seorang yang sangat menginginkan kaum muda mudi untuk bisa membaca sekaligus paham isi dari naskah-naskah kuno ini karena beliau mengungkakan naskah kuno ini sangat penting untuk kita. “Jika saya mati siapa yang akan meneruskan” katanya. “Sekarang coba cucu lihat budaya-budaya luar banyak sekali yang berkeliaran di negara kita, lalu bagaimana kita bisa menghindari diri kita agar tidak tertabrak oleh budaya-budaya ini. Salah satunya dalah kembali melihat diri kita melalui naskah-naskah ini”. Melalui naskah ini kita bisa melihat jati diri kita yang sebenarnya kalu kita sudah tahu seperti apa kita yang sebenarnya kita pasti tau mana yang mesti kita ambil dan yang mana mesti kita buang. Saya pun tidak sia-sia kesana karena saya melihat secara langsung naskah tersebut yaitu naskah Nur Muhammad.  Mamik Datuk Artadi mendapatkan naskah-naskah ini dari orang tuanya, karen zaman dulu setip ada acara begawe baik itu begawe hidup atau begawe mati itu pasti disiapkan berugak yang dihias khusus untuk orang nembang, hal ini dilakukan untuk menghibur. Acara pepaosan dilakukan oleh banyak orang sekurang-kurangnya 3 orang. Juru pemaos berarti orang yang membaca, juru pujangga orang yang menerjemah, penyokong pendukung juru pemaos.  Kata-kata dari mamik Datuk Artadi yang mungkin dapat menyentuh dan menyadarkan kita semua terutama saya “Manusia mati ada kuburannya tinggal kita kesana ziarah kubur jika kita kangen, tapi kalau budaya kita yang mati kemana kita harus mencari?”. Dengan alasan inilah bapak selalu membuka dan menyiapkan waktu siapapun yang mau belajar beliau akan mengajarkan sampai bisa. “Karena dulu kalau kita tidak bisa menembang kita akan malu karena disetia tempat kita sering mendengar orang menembang sambil duduk-duduk tetapi sekarang kita tidak bisa menembang itu adalah hal yang biasa” katanya. Dan benar saja sekarang kita hanya mendengar tembang pada saat acara sorong serah saja.


15 komentar:

  1. Wow ini sangatt bermanfaat ❤

    BalasHapus
  2. Bermanfaat banget, banyak pelajaran yang dapat dipetik !!

    BalasHapus
  3. Waaaahhh sukses terus yaa, menarik sekali

    BalasHapus
  4. Hehe baru tau kayak gitu ceritanya 😊 terimakasih atas infonya semoga bermanfaat bagi kita semua 🙏 sukses selalu

    BalasHapus
  5. Bermanfaat banget, terima kasih informasinya.

    BalasHapus
  6. Terimakasih infonya sangat bermanfaat sekali dalam menambah ilmu pengetataun kita sebagai generasi selanjutnya sukses selalu yaa😘😘

    BalasHapus

Memperbaiki yang Tidak Baik Mempersiapkan yang Baik Melalui Nyeput Sebelum saya menceritakan prosesi nyeput saya akan menceritakan terleb...