Rabu, 13 November 2019

Memperbaiki yang Tidak Baik Mempersiapkan yang Baik Melalui Nyeput
Sebelum saya menceritakan prosesi nyeput saya akan menceritakan terlebih dahulu seperti apa naskah yang akan kami khususnya saya akan menyemput ini. Karena naskah yang saya ceritakan pada sebelumnya itu berbeda dengan naskah yang sekarang. Naskah sekarang itu menggunakan tulisan arab melayu. Kata ibu yang kita temui “Nyeput dengan naskah ini sama dengan naskah lainnya hanya saja caranya yang berbeda” mau tau caranya terus baca sampai akhir.
Cara Mengerjakan
Katru Pusaka 12 terlampir digunting menjadi 12 angka 1 sampai 6 duakali, kemudian dengan angka-angka itu setelah dicamur dapatlah dipilih atau mengambil dengan tidak melihat angka oleh yang berkepentingan dengan hasrat atau menyatakan pertanyaanya diantara 25 macam tersebut disebaliknya pagina ini, dan seterusnya 2 angka tersebut akan dapat ramalan jawabannya dari pagina 5  sampai pagina 25.
Umpamanya pertanyaannya No. 2 Apakah cinta atau tidak? Dan setelah mengambil angka mendapat angka 3 dan 4 maka mendaat ramalan jawabannya pada pagina 1 2/No. Ia cinta sampai mati hormatilah. Demikian seterusnya.
Peringatan : untuk memelihara dapatnya pengaruh gaib dalam mengerjakan kartu 12 pusaka itu tiap orang tidak boleh mengulangi atau bertanya lebih dari 3 kali, setelah 7 hari boleh mengulangi atau bertanya lagi, hanya 3 kali.
Jika peringatan ini tidak diperhatikan maka jangan diharapkan mendapatkan pengaruh gaib semestinya. Perhatian : dalam 25 macam pertanyaan dapat dialihkan maksudnya, umpamanya No 6 lamaran diartikan lamaran pekerjaan dan lain-lain.
Dalam kata-kata jawaban berbunyi semestinya diartikan juga selamat, bahagia, tentram, untung dan lain-lain, sedang kata-kata tidak baik semestinya diartikan tidak selamat, celaka, bahaya, rugi dan lain-lain.


Itulah tata caranya lalu sekarang saya akan menceritakan bagaimana saya menganalisis naskah ini berdasarkan pendekatan apa?
Dalam menganalisis naskah kartu pusaka ini saya menggunakan pendekatan pragmatik. Karena di dalam naskah ini banyak sekali tujuan yang inggin disampaikan melalui kartu pusaka berdasarkan angka yang kita ambil. Di mana dalam naskah ini yang berperan penting dalam menafsirkan adalah pembaca itu sendiri bagaimana ia percaya bahwa apa yang ada di dalam naskah bisa selaras dengan apa yang ada di kehidupannya. Dalam pendekatan ini cendrung menilai seberapa besar keberhasilan sebuah naskah dalam mencapai tujuan tertentu kepada pembaca. Menurut saya naskah kartu pusaka ini sudah berhasil menyampaikan tujuan yang menjadi maksud kepada pembaca khususnya kami ber-7 pada saat pergi nyeput di Desa Sayang-sayang. Naskah kartu pusaka bertulisakan arab melayu.
Pada saat sebelum memulai prosesi ibu ini menjelaskan agar apapun yang kami dapatkan nanti jangan pernah menjadi acuan tetapi jadikan pelajaran bahwa ini jalan Allah untuk menunjukkan setidaknya gambaran yang akan kita hadapi. Namun, semua hal bisa berubah selangkah kakimu bergerak kalau Tuhan inggin mengubahnya dalam waktu sekejap itu semuanya berubah. Ibu ini menyuruh kita rasakan apaun jawabnya apakah dia kena dalam kehidupan mu apa tidak. Semua temanmu akan mengetahui apa yang kamu dapatkan tapi temanmu tidak akan bisa menafsirkan apakah jawaban itu benar atau salah dalam hidupmu. Kamu yang memilih kamu juga yang mengetahui atas dasar apa jawaban itu muncul.
    Kami ber-7 pergi kekediaman ibu pemilik naskah ini kebetulan saya lupa namanya dia adalah seorang guru nngaji naskah ini diwariskan oleh suaminya yang 4 tahun lalu telah berpulang kepangkuan Tuhan yang Mahaesa. Saya mendapat giliran ketiga untuk nyeput. Pada saat sebelum mengambil lot saya mengucap selawat sampai 3 kali saking dekdekan. Setelah saya memilih judul yang pertama yaitu “Bagaimana akan kehiduanku?” Kemudia cabut 2 lot dan yang muncul adalah anggka 5 dan 1 setelah ibu mengetahui ibu mencari jawaban di dalam naskah itu sesuai dengan angka yang kita dapatkan entah bagaimana caranya ibu itu menentukan jawaban karena yang saya lihat disetiap lembar tulisanyanya sama dengan jumlah nomer yang sama. Setelah jawabanya ditemukan ibu itu langsung membacakan, “Nikmatilah kehiduanmu yang sekarang”. Sampai sisni saya belum paham apa maksud dari jawaban ini sampai pada giliran teman di samping saya yang kebetulan teman akrab sudah seperti saudara senduiri kenal dari SMP sahabatan di SMA sampai masuk UNRAM diterima dijurusan yang sama dan satu kelas. Diapun memilih pertanyaan yang sama dan entah apa yang terjadi dia mendapatkan jawaban yang sama dengan saya. Sampai saya bertanya kepada ibu itu, “Kenapa bisa seperti ini padahal mustahil akan mendapatkan no yang sama ?” ibu itu menjawab “ iya mustahil tetapi memang ini kenyataanya kalian mendapatkan jawaban yang sama hanya kalian yang mengetahui apa maksud jawaban itu, atau bahkan kalian adalah temen dekat yang hidup kalian bisa jadi memiliki persamaan karena keseringan bersama”. Setelah itu saya baru mengerti maksud jawaban yang saya dapatkan memang untuk saat-saat ini saya kurang menikmati kehidupan karena banyak beban yang saya rasa memberatkan saya dan ingin cepat-cepat beralih kemasa yang akan datang. Begitupun dengan teman saya ini memiliki beban hidup yang ia ceritakan sebelumya inggin segera ia selesaikan.
    Untuk pertanyaan yang kedua “Bilamana mendapat Rezki?”  jawaban yang saya daat adalah “suatu ketika akan ada seseorang disekelilingmu atau bahkan tetanggamu yang akan membantumu”. Jawaban ini cukup membuatku bertanya-tanya siapa? Tetapi kembali lagi saya mengingat jawaban pertanyaan pertama saya harus menikmati kehidupan yang sekarang mungkin seseorang itu akan datang tanpa saya sadari. Jawaban ini membuat saya sadar bahwa saya tidak bisa hidup sendiri saya harus baik kepada sesama yang bisa jad iorang yang kita sepelekan besok akan menjadi malaikat pada saat kita sedang membutuhkan. Rezki memang sudah ditentukan oleh Tuhan tapi kapan dan memalui siapa kita akan dipertemukan dengan rezki itu. Percaya tidak percaya saya harus meyakini jawaban ini karena waktu yang akan datang hanya menjadi rahasia Allah.
    Pertanyaan yang ketiga “Apakah dia setia atau tidak?’’ saya memilih pertanyaan ini karena saya penasaran.. he.. he.. dan ternyata jawabanya adalah “Setia tidaknya dia tergantung darimu”. Jawaban ini membuat saya lega setidaknya saya tidak mendapatkan jawaban seperti teman saya yang mendapatkan “Dia tidak setia karena kebodohannya sendiri”. Berakhirlah prosesi nyeput tersebut karena kita hanya boleh mengambil 3 pertanyaan saja. Terkait jawaban yang ketiga sampai rumah saya langsung chet si doi, dengan cara memancing denga perkataan begini “Jika saya selingkuh apakah kamu akan teta setia?” dan jawabanya “Mana bisa begitu setiaku tergantung darimu keadilan harus ditegakkan”. Waw jawaban yang benar-benar membuatku terkejut. Percaya tidak percaya kembali lagi kepada kita, karena tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan telah berkehendak.
       
        ......>>>SEKIAN TERIMAKASIH>>>...

Memperbaiki yang Tidak Baik Mempersiapkan yang Baik Melalui Nyeput Sebelum saya menceritakan prosesi nyeput saya akan menceritakan terleb...